pertama mengenalnya saat duduk di bangku sekolah menengah pertama, namaku Rian saat itu aku baru mengenalnya di masa orientasi siswa, di antara banyaknya siswi yang mengikutinya mataku tertuju pada satu wanita yang saat itu benar-benar menarik hati untuk mengenalnya lebih dalam..
saat itu rian masih duduk di bangku kelas 3 dan wanita yang ia kejar-kejar baru memasuki skolah itu, dela namanya seorang wanita yang menurutnya benar-bena beda di matanya,sejak saat pertama bejumpa rian selalu mencoba banyak cara untuk bisa mendekati dela, hingga 3 bulan berlalu dela masih saja terus cuek dan hanya bisa melemparkan senyum indahnya saja kepada rian, sehingga rasa penasaran kian tumbuh menjajaki seluruh fikiran rian,
siang itu jam istirahat rian beranikan diri untuk mendekati dela ke kelasnya, dela keliatan malu-malu namun rian tak tahu harus bicara apa kepada dela, akhirnya setelah lama mencoba mendekatinya rian berhasil merebut hati dela, namanya saja masih usia belia rian belum tahu benar tentang apa artinya cinta, iya dan dela hanya berstatus pacaran namun tak tau apa makna di balik semua itu,
hari itu hari kelulusan rian akan pindah ke bangku SMA dan dela masih di bangku kelas 2 SMPrian sempat berfikir bagaimana ia kana terus melanjutkan hubungan ini? sementara iya pacaran hanya sebatas telvon genggamnya saja berjumpa pun hanya di sekolah saja, kini mereka tepisah tidak bisa bertemu di kala jam istirahat memanggil, rian dengan sengaja dan dengan berat hati sengaja memilih sekolah yang berada dekat dengan rumah dela. dengan niatan agar mereka bisa saling bertemu dan masih bisa saling melengkapi..
rian berrhasil masuk skolah yang ia inginkan, setiap jam istirahat sore ia selalu bermain di depan rumah dela berharap kekasih hatinya keluar rumah dan bisa bercerita sebentar dengannya, yah waktu yang di nantipun tiba disitulah kali pertama rian menggenggam tangan dela, rian kelihatan sangat bahagia " apa ini yang namanya cinta? " gumam nya dalam hati sambil tersenyum bahagia...
berjalan 8 bulan rian mulai mencurigai teman dela yang keliatannya menyukai dela, ya terang saja waktu berdua yang memang jarang di dapatkan bisa saja membuat dela merasa sama saja dengan tidak adanya pacar, sementara teman prianya selalu ada buatnya selalu bersama dengannya meski mereka hanya bersahabat, tapi rian berfikir "apa yang tidak mungkin? tentu saja sahaba bisa jadi cinta" namun apalah daya rian tak bisa mencurigai teman dela karna ia tidak ingin ribut dengan masalah begitu saja..
tanpa terasa 3 hari lagi 9 bulan hubungan mereka, rian pun mempersiapkan sesuatu yang belum pernah iya lakukan ya wajar saja dela adalah pacarnya yang pertama iya ingin menyuguhkan hal yang special buat dela , "mawar,tempat diner,kalung keliatannya semua sudah siap, aku hanya menunggu hari saja " gumamnya dalam hati,
pagi itu seperti biasa rian mendapat pesan dari dela, ya namanya orang pacaran saling menyemangati di pagi hari, namun kali ini isi pesannya berupa hal yang selama ini memang di takutkan rian, ya! dela tanpa sebab minta putus dengan alasan kurangnya waktu berjumpa diantara mereka, rian beusaha meyakinkan dela agar mengerti dengan kondisi sekolah mereka, namun semua hanya sia-sia
semua rencana yang telah di sediakan kini telah menjadi abu di tong sampah depan rumahnya, pedihnya lagi seminggu setelah putus dela menjalin kasih dengan sahabatnya yang saat itu memang sudah di curigai rian, namun bagaimanapun rian harus bijaksana, waktu takkan mungkin kembali walau hanya satu detik, kini semua telah usai cerita tinggal cerita, kini hanya bisa belajar dari kisah ini hanya bisa belajar dari kesalahan yang telah terjadi, bagaimapun cinta pertama takkan terlupakan begitupun dengan kisahnya, dia tetap menjadi wanita pertama yang mengajarkanku arti CINTA dan sebuah KEHILANGAN...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar