Selasa, 23 Desember 2014

Diantara dua cinta


Aku seorang photographer terkenal di kotaku sekarang.namaku Dhewa.sudah 5 tahun aku jadi tukang photo.demi mencari sesuap nasi dan menghidupi anak istriku.aku tekuni bidangku yang sekarang ini.
Ya,istriku seorang perempuan yang tegar.dia bisa menerima aku apa adanya.kisah cintaku dengan istriku terbilang unik.dulu istri tak mau menerima cintaku.
Waktu itu aku masih duduk di bangku kuliah.pertama kali mengenal istriku sebut aja tini saat masih duduk di semester dua.tini aku kenal dari seorang temanku rudi.yang kebetulan rumahnya bersebelahan dengan rumah tini.aku mulai dekat dengan tini sedikit demi sedikit.lalu pada waktu ada tugas kuliah di rumah rudi.aku beranikan untuk mengutarakan cintaku pada tini.namun cintaku bertepuk sebelah tangan.tini menolak aku.tapi aku tak gentar untuk terus mendekatinya lagi.
Sejak saat itu,tiap kali ada kesempatan aku gunakan untuk mendekatinya.hingga tini pun sebenarnya enggan berhubungan denganku lagi.lalu aku punya ide,aku dekati adiknya.namanya tina.saat itu aku minta tini untuk mengenalkan aku pada adiknya tina.dan tini pun setuju.padahal sebenarnya agar aku tak pernah jauh dari tini.

Waktu pun berlalu,aku resmi berpacaran dengan tina.walau sebenarnya aku tidak sepenuhnya mencintai tina.aku dekati tina hanya demi supaya selalu dekat dengan tini.
Sudah 2 tahun aku berpacaran dengan tina.lalu pada suatu hari aku lihat di teras rumah tina ada kakaknya tini sedang melamun.seperti ada sesuatu yang di pikirkan.lalu aku dekati dan bertanya padanya
" kok melamun tin ? " si tina kemana ? " tanyaku membuka percakapan.
Lalu dia menjawab." tina pergi sama ibu ke supermaket "
Ku tanya lagi dia " ada apa kok kelihatannya sedih gitu ? "
Dan dia menjawab " ibu menyuruhku menikah wa,sedangkan aku sendiri sampai saat ini belum punya pasangan.ibu berkata seperti itu supaya tina dan kamu biar bisa nikah cepet.agar terhindar dari perbuatan dosa "
Aku diam sejenak memikirkan perkataan tini.padahal di dalam hatiku berkata " seandainya si tina itu kamu tin,aku sudah pasti akan menikahimu."
Lalu aku beranikan diri untuk berbicara jujur pada tini.bahwa sebenarnya selama ini aku tidak mencintai adiknya.melainkan pada dia.tini pun terkejut setengah mati.aku bilang kalo aku masih mencintainya sampai sekarang.dan seandainya aku di suruh menikahinya aku pun siap.
Lalu tini menangis.dia gak mau menyakiti adiknya tina jika dia nanti menikah denganku.lalu tini bercerita perasaannya padaku selama ini.dia sebenarnya cemburu tiap kali melihat aku jalan dengan tina.tapi dia malu untuk mengakui kalo cintanya telah tumbuh padaku.
Dan aku menegaskan padanya,kalo kita sama2 mencintai.kita lalui masalah ini sama2.dan tini pun mengiyakan apa yang akan ku perjuangkan nanti.lalu aku bergegas pulang.
Sore ini,aku kembali ke rumah tini.untuk menemui tina adiknya.ku temui tina yang pada saat itu sedang bercengkerama dengan tini.ku hampiri mereka berdua.lalu dengan keberanianku,aku berbicara kepada tina tentang apa yang aku bicarakan tadi siang dengan tini kakaknya.aku sudah duga,kalau tina bakalan histeris mendengar penjelasanku.yang selama ini pura2 mencintainya demi supaya dekat dengan kakaknya tini.

Tina menangis di pelukan kakaknya.mereka berdua sama2 beruraikan air mata.aku tertunduk lesu.merasa bersalah pada mereka berdua.lalu tina berkata pada kakaknya " mbak tin,udahlah cinta memang gak bisa di paksakan mbak.menikahlah dengan mas dhewa "
Aku sungguh terkejut mendengar perkataan tina.sungguh besar hati gadis ini." mas dhewa,tina udah maafin mas.tina tahu dari dulu mas cinta sama mbak tini.tina di beritahu rudi.tina memang mencintai mas dhewa sepenuh hati.tapi tina bahagia jika mas dhewa dan mbak tini juga bahagia."
Aku sungguh tak percaya dengan ucapan tina..aku berterima kasih pada tina yang sudah memaafkan ku..lalu seketika itu juga aku menemui orang tua tini.dan menyampaikan niatku untuk menikahi tini.reaksi orang tua tini sama sekali tak percaya dengan hubungan diantara aku,tina,dan tini.lalu mereka dengan besar hati memberikan restunya untuk ku dan tini.betapa bahagia aku saat itu.
Sebulan kemudian pernikahan aku dan tini pun di gelar.kami berdua bahagia hari itu.kemudian waktu aku duduk di kursi pengantin.ku dapati sosok wanita di sudut tembok sana memperhatikan aku dan tini.tatapannya sayu dan matanya sembab.ya tuhan itu ternyata tina yang sedari tadi menatap aku.dan aku merasa gelisah saat itu.ada rasa yang tak dapat kumengerti.
Aku berusaha mengalihkan pandanganku.tapi tetap ada sesuatu yang bergejolak dalam hatiku pada saat tina menatapku di sudut ruangan itu." oh tuhan,jangan biarkan cinta ini tumbuh untuk tina " kataku dalam hati.
Usai pesta pernikahanku dengan tini malam itu,hatiku resah memikirkan tina.rasa ini tak mau pergi.padahal aku sudah coba untuk mencegahnya.
Seminggu kemudian ku boyong istriku pulang ke rumahku.saat aku mau berpamitan kepada kedua mertuaku untuk mohon ijin membawa tini pulang.tina menyelipkan sebuah surat di tanganku.aku kaget.entah apalagi ini.
Segera ku bergegas untuk segera pergi.waktu mereka mengantarku dan tini sampai di depan pagar rumah.kulihat mata tina berkaca2 seperti ingin mengatakan sesuatu.tapi aku pura2 tak melihatnya.
Setiba di rumahku,aku dan istriku merasa bahagia sekali.damai hatiku jika dekat dengan istriku tercinta.aku pergi keruangan kerjaku.untuk melanjutkan pekerjaanku yang tertunda.dan tini membereskan barang2.lalu aku ingat tadi sewaktu menjemput istriku,tina memberi aku sebuah surat.ku baca surat itu,dalam surat itu tina mengatakan bahwa dia tak bisa mencintai orang lain lagi.dia sangat mencintaiku.demi kebahagiaanku dia rela melepas cintanya untuk kakaknya dan aku.sesaat aku terdiam.memikirkan isi dari surat itu.kepalaku tak dapat berpikir lagi.aku merasa bersalah.lalu aku di kejutkan oleh suara istriku untuk makan malam.ohh ternyata hari sudah gelap.sudah 5 jam lebih aku duduk terpaku dalam bayangan tina tadi.
Ku jalani hidupku dengan tini penuh dengan kebahagiaan..tak terasa sudah 2 tahun aku menikah.dan kini pangeran kecilku akan segera lahir di dunia ini.lengkap sudah kebahagiaanku..
Waktu yang ku tunggu telah tiba.jagoan kecilku telah lahir ke dunia.ku beri nama kenny.seluruh keluarga berkumpul menyambut kelahiran kenny.tak ketinggalan Tina pun hadir.dia sering mencuri pandang kepadaku.tapi tak ku hiraukan.karena aku sudah anggap dia adikku juga.aku tak pernah bercerita kepada istriku tentang surat dari tina tempo itu.aku gak mau istriku merasa bersalah pada adiknya.
" mas dhewa " aku di kejutkan oleh suara yg tidak asing lagi.itu suara tina.
" Eh kamu na , ada apa ? Koq gak temani kakakmu. " kataku menyembunyikan kegelisahanku
" tina cuma mau tanya kabar mas dhewa aja. Dan juga mau memberitahukan bahwa bulan depan tina akan di persunting lelaki pilihan ibu.tapi jujur tina tak pernah mencintai laki2 itu mas..mas dhewa kan tau sapa orang yg tina cintai " kata tina membuka percakapan.
" maafkan aku na.bukan maksudku menyakiti hatimu seperti ini.aku terlalu mencintai kakakmu." kataku pada tina sembari meninggalkan tempat itu.karena aku berusaha jaga hati supaya tidak terjerat cinta padanya lagi.
Malam ini seakan menghakimiku.aku termenung duduk di ruangan kerjaku.setelah anak dan istriku terlelap.aku di hantui rasa bersalah pada tina.dan kini ia akan menikah dengan lelaki yang tak di cintainya.pilihan ibu.dan tak mungkin tina menolak kata ibu." maafkan aku tina,maafkan aku " teriakku dalam hati..
Hari persandingan tina telah tiba.aku dan istriku bergegas pergi ke rumah ibu untuk menghadiri pernikahan tina.setiba di sana aku terpukau oleh kecantikan tina.dia sangat anggun mengenakan baju pengantin jawa itu.dia tersenyum padaku dan tini.tapi aku tak bisa mengartikan apa arti senyuman tina itu.aku duduk sendiri di ruang tamu.sedangkan istriku bersama ibunya." mas dhewa " panggil tina. " mas aku tak ingin hari ini terjadi mas.tapi aku tak kuasa menolak keinginan ibu." kata tina mendekatiku. " di saat aku duduk di sana nanti mas.aku membayangkan yang bahwa bukan aku yang jadi penganti itu mas." kata tina sembari matanya menitikkan air mata
" sudahlah na,takdir memang tak menyatukan kita.kita memang tak dapat bersatu.bahagialah kamu dengan suami mu " kataku pada tina.sambil menguatkan hatinya.
Lalu tina meninggalkan aku.dan kembali bersanding dengan suaminya.kini aku telah lega,tina sudah menikah walau dia tak mencintai suaminya.rasa bersalahku kepadanya serasa berkurang.bahagialah adikku.cinta tak selamanya harus bersatu.hakekat cinta tak harus memiliki..

Selasa, 16 Desember 2014

Hujan

Hujan lagi sore ini. Deras, dingin. Aku berlari secepat yang aku bisa menuju tempat berteduh. Di halte bis dekat taman aku berteduh. Aku menggerutu kesal, tubuhku basah kuyup. Sambil menunggu reda, tatapanku menerawang ke tetes-tetes hujan yang membasahi bumi dan orang-orang yang berlalu lalang dihadapanku menggunakan payung berwarna-warni.

rio, kalo kamu disini, Kamu bakal suka melihat pemandangan ini, gumamku dalam hati.
Aku langsung bergidik. Bukan karena dingin yang menusuk, suatu kenangan mendadak timbul diotakku yang membuatku bergidik. Kenangan yang berusaha kukubur dalam-dalam.
Hhh.. aku menghela napas panjang. Pikiranku melayang kembali ke masa lalu. ke waktu tiga tahun yang lalu, saat peristiwa itu terjadi. Aku melamun.
***
“Kakak, liat deh.. hujan, Kak!” ujar seorang anak laki-laki berusia 6 tahun saat itu. Aku tersenyum melihat dia jingkrak-jingkrak kegirangan di jalanan. Hujan deras padahal.
Rio namanya, usianya baru 6 tahun. Adikku satu-satunya. Anak yang sangat enerjik dan benar-benar menyukai sesuatu bernama  hujan. Usianya selisih 9 tahun dariku, jauh memang. Jarak yang jauh itulah yang kadang membuatku merasa kehilangan perhatian kedua orangtuaku dan… aku merasa tidak akan pernah bisa akrab dengannya.
“Rio, udah ah! Ntar sakit.. Kakak yang dimarahin ama Ibu,” kataku. Sambil membawa payung, aku mendekatinya. Tapi, dia malah berlari menjauhiku.
Dasar anak bandel! Bakal aku seret dia pulang begitu ketangkep, gerutuku kepada diri sendiri sambil mengejarnya. Lucu sekali saat itu, aku berlari mengejar dia sambil membawa payung.
Aku terus berkejar-kejaran dengan adikku itu. Mendadak, dia menghilang di suatu tikungan.
“Aduh,  Rio! Udah dong bercandanya, Kakak cape nih,” aku makin menggerutu karena cape mengejarnya. Begitu aku tiba di ujung tikungan tersebut, aku melihat peristiwa itu. Peristiwa yang tidak akan pernah terhapus dari otakku.
Sebuah mobil meluncur kencang dan langsung membuat tubuh mungil adikku, yang saat itu sedang berlari menyebrangi jalan, terpental cukup jauh. Aku langsung berlari mendekatinya. Panik, marah, dan takut, semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Payung yang sedang aku pegang jatuh ke tanah begitu kulihat tubuhnya sudah terbujur kaku di tanah dengan darah mengalir dari mulutnya. Darah yang langsung terhapus oleh tetesan air hujan. Aku menjerit.
Ibuku menangis terus menerus dihadapanku saat pemakaman Dio, Ayahku tampak sangat berduka. Sedangkan aku? Aku hanya terdiam. Diam seperti boneka. Pandangan kosong, ekspresi datar. Aku tidak menangis.
Aku harus tegar. Laki-laki tidak boleh menangis, sugesti itu yang tertanam di otakku sejak kecil. Maka, aku pun tidak menangis dihadapan mereka, tapi hatiku menjerit.
Tuhan… Aku sedih. Sangat sedih. Aku sedih karena merasa kehilangan. Namun, aku jauh lebih sedih dan menyesal karena seumur hidupnya, dia belum pernah mendengarkan kakaknya ini mengucapkan sebuah kalimat sepele tapi sakral: aku sayang kamu.
Rio, Rio, Kakak rindu kamu.
***
Mendadak lamunanku buyar. Sebuah dering telepon membuyarkan lamunanku tentang kenangan itu.
Ibu, nama pemanggil yang tertulis di HP-ku.
“Halo, bu? Ada apa?”
“Kamu dimana, sayang?” suara wanita yang lembut dan menenangkan itu bertanya padaku.
“Masih berteduh di halte, Bu. Hujan sih. Hehe,” jawabku, “Tapi udah reda koq, Ari pulang sekarang deh. Aduh, Bu… Ari gapapa koq! Gausah cemas gitu.” Dan percakapan pun berakhir.
Hujan sudah berubah menjadi gerimis. Aku pun beranjak meninggalkan halte tempatku berteduh, melangkah menuju rumahku.
Aku mendongak menatap langit yang masih kelabu.
Hujan, sampaikan rasa sayangku pada Rio, gumamku.
Dan untuk pertama kalinya sejak waktu itu, aku menangis.

Senin, 15 Desember 2014

bayanganku

Cemburuku pada Pantulanku
malam itu aku sangat begitu ketakutan
pikiran itu terus menerus menghantui
kulihat bayangan diri yang mencemooh
dan menertawakan ketakutan aku
bayangan yang nampak panjang dari tubuhku
seperti bagian dari aku yang lain
saat aku berpindah tempat
dia juga ikut berpindah mengikutiku
ah bayanganku…
irinya aku padamu
meskipun engkau pantulan
dari diriku
dan bergerak sesuai
gerak ketakutan aku
tapi tidak pernah
merasakan ketakutan itu sendiri…

Jumat, 12 Desember 2014

pernyataan cinta (puisi)

Bila tak kunyatakan keindahan-Mu dalam kata,
Kusimpan kasih-Mu dalam dada.

Bila kucium harum mawar tanpa cinta-Mu,
Segera saja bagai duri bakarlah aku.

Meskipun aku diam tenang bagai ikan,
Tapi aku gelisah pula bagai ombak dalam lautan

Kau yang telah menutup rapat bibirku,
Tariklah misaiku ke dekat-Mu.

Apakah maksud-Mu?

Mana kutahu?
Aku hanya tahu bahwa aku siap dalam iringan ini selalu.

Kukunyah lagi mamahan kepedihan mengenangmu,
Bagai unta memahah biak makanannya,

Dan bagai unta yang geram mulutku berbusa.
Meskipun aku tinggal tersembunyi dan tidak bicara,

Di hadirat Kasih aku jelas dan nyata.
Aku bagai benih di bawah tanah,

Aku menanti tanda musim semi.
Hingga tanpa nafasku sendiri aku dapat bernafas wangi,

Dan tanpa kepalaku sendiri aku dapat membelai kepala lagi.

Minggu, 07 Desember 2014

akhir penantian

Aku hidup bukan untuk menunggu cintamu.
Sulit ku terima semua keputusan itu.
Yang kini hilang tersapu angin senja.
Masih sulit pula untuk ku lupakan.
Suram dan seram jika ku ingat kembali.
Mungkin harus ku biarkan semua kenangan itu,
agar abadi oleh sang waktu.

Pagi ini cerah, hangat mentari yang bersinar dan sejuk embun di pagi itu membuat semangat untuk menuntut ilmu makin bertambah. Ku percepat langkahku. Seusai sekolah, ada ekstrakulikuler seni tari dan aku pun mengikutinya. Masih belum beranjak dari tempat duduk ku. Dari arah belakang terdengar suara yang memanggilku.
“Idaaa, tunggu !”

Aku pun melihat ke belakang “Kamu Raff, ada apa kok sampai tergesa-gesa ?” tanyaku penasaran.

“Emmm, ada yang mau kenalan sama kamu !”

“Tapi Raff, udah mau masuk kelas seni tarinya”

“Ya telat dikit kan gakpapa”.

Aku tidak menjawabnya. Aku bergegas pergi menuju kelas seni tari. Aku simpan kata-kata Raffi tapi aku tidak memikirkannya disaat aku sedang mengikuti seni tari.

***

Hari ini aku sengaja berangkat pagi, aku ingin menikmati udara pagi, walaupun jarak antara rumah dan sekolah dekat. Sewaktu istirahat aku kembali ingat dengan kata-kata Raffi kemarin siang. Siapa dia? Anak mana? Namanya siapa? Berbagai pertanyaan mulai bermunculan di benakku. Hingga aku tak sadar jika aku sedang melamunkannya.

“Heyhey, mikirin siapa sih kamu?” Tanya Ega yang membuyarkan lamunanku.

“Ha? Aku gak mikirin apa-apa tuh!”

“Kok ngelamun sih? Haaa, masih keinget ya sama kata-kata Raffi kemaren?”

“Ehh, apaan sih, mentang-mentang pacar Raffi trus kalian ngejek gitu, ahh gak asyiik”

“Yaya, Cuma bercanda kok”

Tiba-tiba Raffi datang menemuiku. Entah apa lagi yang akan ia sampaikan kembali. Aku sendiri tidak berharap jika kata-kata itu lagi yang akan ia sampaikan.

“Daa, ikut yuk, dia mau ketemu kamu, tuh udah ditunggu di kantin” ajak Raffi.

“Ahh, engga ahh, biarin aja dia samperin”

“Kok gitu? Ya udah deh, ini kesempatan loh, kok malah kamu sia-siain” Ucapan Raffi didengar oleh Layla, yang juga saudara Raffi.

“Ehh, ada apaan nih, keliatannya seru! Ada apa sih Raff, kok gak bilang-bilang?”

“Gak ada apa-apa, udah nanti aku ceritain”

Bel masuk kelas pun berbunyi, aku segera masuk kelas. Dan aku mengikuti pelajaran yang berlangsung hingga usai. Pulang sekolah biasanya aku jalan sendiri, jarak rumah deket.

“Ciiye Idaa” goda Layla

“Ada apa sih?” tanyaku penasaran.

“Tuh, orang yang di depan gerbang pake tas item ada corak biru, itu orang yang mau ketemu kamu.”

“Ha? Siapa dia? Namanya siapa?”

“Dia Tyo, anaknya pendiem banget, dia sahabat karib Raffi sama Adi”

Tanpa kata-kata apapun aku bergegas pulang, dalam perjalananku aku memfikirkan semua hal yang Layla beritahu tadi. Yah, Tyo, aku masih tidak menyangka kenapa dia mau bertemu, kenapa harus lewat temennya? Ah mungkin dia malu. Ya udahlah.
***

Hari ini mulai muncul kabar buruk, banyak yang menyangka bahwa aku ini adalah pacar Tyo, padahal bukan sama sekali. Aku kenal sama dia aja baru kemarin. Di sela-sela pelajaran aku gunakan untuk menuliskan sebuah kata-kata. Sepertinya aku memang benar-benar jatuh hati pada Tyo, “ahhh, kenal langsung aja belum kayaknya mustahil deh” kata itu selalu muncul di benakku.

Saat jam istirahat, aku selalu melewati kelasnya. Aku selalu melihat tingkah lakunya, yang terkadang membuatku tersenyum-senyum sendiri. Oh mungkin inikah cinta? Aku pernah merasakannya tetapi aku tak ingin merasakannya lagi untuk saat ini.

Setelah kita kenal begitu lama, aku mengenal dia dengan ramah, dengan baik, walaupun diantara kita tak pernah ada satu perkataan. Tiba-tiba semua perasaanku menjelma, berubah entahlah seperti apa isi otakku. Aku menyukainya, aku menyayanginya. Aku yakin dia pun begitu, tapi aku tidak pernah pecaya itu, aku tidak pernah percaya bila ia menyukaiku juga, aku hanya berharap begitu banyak padanya.

Hari ini ekstra pramuka sebenarnya, aku sama Tyo mau bicara tapi dia tetap tidak mau. Dia tetap tak membuka kesempatan untuk perasaan kita. Tapi aku masih yakin bila dia benar-benar mencintaiku. Sore itu aku hanya pulang dengan semua mimpi ku yang telah pupus. Aku tak membawa secuil harapan lagi untuk rasaku ini.
***

Malam ini aku tulis surat untuk nya. Aku harap ada sedikit respon darinya. Dan respon itu tidak membuatku patah hati dan patah semangat. Aku tahu Tuhan pasti mengerti disetiap mimpi dan harapanku.

Setelah selesai aku pun tidur. Hari ini aku sengaja bangun pagi, selain aku piket aku juga ingin melihatnya lebih awal, hehe. Aku datang pertama di sekolah, datang pertama juga di kelas, aku langsung piket, bersihkan semuanya. Setelah selesai, aku kasih surat itu langsung ke dia. Aku tak pernah mengira hal buruk apapun akan menimpa kita setelah surat itu kau baca. Tiba-tiba Imma datang mengetuk pintu kelasku. Dia meminta ijin dahulu, lalu memanggilku untuk menemuinya. Aku yang bingung, langsung saja aku menurut.

“Nich surat dari Tyo!” kata Imma sambil memberikan surat dari Tyo.

“Apa ini? Jawaban suratku tadi pagi ya?”

“Iyaa, baca aja, dia bilang dia minta maaf kalo udah nyakitin perasaan kamu, dia gak bermaksud kayak gitu, ya udah baca aja.”

“Iyaa, makasiih udah ngaterin suratnya, aku titip salam buat dia”

Seketika aku menangis, air mata ini sudah tak bisa ku tahan lagi. Tetes demi tetes mulai membasahi wajahku. Lalu ku hapus lagi begitu pun seterusnya. Aku masuk kelas dan aku lanjutkan pelajaran yang sempat tertunda, aku anggap saja ini semua tidak pernah terjadi.

“Ada apa sih, Yuk?” Tanya Ega.

“Di.. dia.. dia udah jawab semuanya” kataku terbata-bata

“Jawab apa? Bukannya diantara kalian itu tak pernah ada apa-apa?”

“Dia gak suka aku Ga, aku sih fine tapi kenapa sih yang nganter harus Imma, dulu pas kamu sama Raffi putus, Imma juga kan yang nganter?”

“Iya ya, kok aku lupa ya? Ya udah deh, kamu yang sabar aja, cowok itu gak Cuma satu kok, gak Cuma dia doang”

“Iyaa Ga, makasiih” jawabku sambil mengusap air mataku

“Iya sama-sama”
***

Sulit menjalani hari tanpanya lagi, walaupun kita hanya sebatas gebetan, tapi ternyata hal itu membuat kita menjadi bersahabat. Berbulan-bulan aku nanti jawabanmu lagi. Tapi ternyata jawaban itulah yang sudah kamu tetapkan. Aku hanya pasrah, aku menangis, bagaimana tidak jika seseorang yang aku sukai ternyata telah membuatku menangis.

Aku berharap suatu saat nanti Tuhan mempertemukan kita, dan Tuhan izinkan kita bersama. Jika Tuhan tidak mentakdirkan kita bersama biarlah perasaan itu menjadi sebuah kenangan masa SMP kita.

Senin, 01 Desember 2014

gak jelas~

Kelak akan ada yang mengisi selah selah di jemarimu yang kosong, yang akan selalu menggenggam tanganmu, yang selalu akan memberikan semngat saat kau jatuh, mungkin kini kau sedang berjuang dalam keadaan yang tak pernah kau harapkan..

Percayalah semua yang terjadi dalam hidup akan menjadikanmu lebih baik kedepannya, asal tidak menikmati rasa yang kian merambat bagai benalu dalam benak dan fikiranmu,Hidup memang ga selalu soal bahagia, tapi hidup akan selalu soal berjuang dan menjadi lebih baik lagi..

Jangan pernah mengharapkan sesuatu yang kelak akan kau sesali, berharaplah sesuai batasmu dan kasta yang kau miliki, karna kenari tak akan terbang tinggi jika tidak sesuai kapasitasnya, makin tinggi ia terbang makin sakit ketika ia terjatuh, berharap lah dari hal-hal kecil yang bertahap menjadi seuatu yang besar, karena sesuatu yang besar tak akan besar tanpa adanya kecil~

Sabtu, 29 November 2014

adanya~

Adamu, adalah gemerisik sunyi. Berbisik
hembus katakata pada jiwa yang tak lagi
tinggal diam mencatat jejak bayang nyata
pada samsara fana
Adaku, catatan hening yang selalu
menahun kerinduan di sepertiga malam.
Setia menunggui ingatan seumur jantung
yang berdetak
Perjumpaan, mungkin hanyalah sebuah
titik takdir. Menyapa ruang semu, paras
maya, dalam melodia katakata yang
terkadang tak sampai makna tak sampai
nalar - bias
Sekat senyap, kemas setatap nanar mata
antara keinginan dan kejujuran. Pun tetap
akan berujung muara harap atau juga
hasrat. Kau, aku, kita atau? meski ku tahu
ringkih batin tersesat kusut adanya
belantara nyata – tiada kupungkiri
Jika, percaya kau sebut arti di kening yang
kau kecup asa, maka dalam ruang rindu
biarkan kutampung sealiran kasih yang
kusebut sayang. Rasa yang abstrak, tapi
itulah kurasa keping realitas yang ingin
kubagi – untukmu, penanda jejak bahwa
ini, tak pernah maya adanya
: untuk semoga…

Anganku -puisi-

Aku menyusuri perjalan waktu
terhanyut oleh derasnya arus malam
kucoba menapaki disetiak jejak di hatimu
dan memahami arti sebuah keindahan

Bila hari itu tiba, ku ingin menyikap tabirmu
menyaksikan eloknya warnamu
kan kuajak kau melukis mimpi dalam anganku
dan kurangkai seikat kembang tuk jadi mahkota indahmu

akan kujaga warnamu
takkan kubiarkan pudar oleh terpaan hujan
dan rapuh karena sang waktu

Bila hari itu tiba ku ingin bernyanyi
tak peduli topan atau badai
bahkan tsunami pun ku tetap bernyanyi
dan ku ajak kau menari bersamaku

bila hari itu tiba ku akan mendekapmu
menyempurnakan ruang kosong di jemarimu
sembari kubisikan sebuah isyarat yang mengalun merdu bersama tiup lembut angin malam~

Kamis, 27 November 2014

HENING

Aku sudah tak dapat mendengar kabarmu... Padahal jalan yang kau lalui sama dengan jalan yang kutelusuri ..... jejak langkahkupun masih terlihat disana... namun di persimpangan aku tak tau arahmu... dan angin tak lagi menghantarkan percikan dirimu ke pelukanku... Mungkin hanya sesekali kau muncul dalam semu jeratan mi...mpiku... Dan aku tak pernah tahu apakah aku pernah terbang mengunjungi kabut mimpimu.

Apa yang sedang kau lakukan sekarang... ?.. Sungguh, aku benar-benar tak tahu. Aku kehilangan jejak langkahmu sejak kau letakkan kaca pemisah buram di antara kita... Bahkan memandang dari balik kaca untuk mengintip bayang dirimu pun aku tak bisa... Kabut pedih yang melingkupi terlalu tebal. Hanya gegap nyeri berdenyut yang kudapat.

Untaian masa kita terburai sudah. Hanya tinggal serpihan-serpihan jiwa yang berserakan. Terbelenggu dalam hening yang menyiksa .... Tapi aku rindu.

Bodohkah aku jika masih saja mengalamatkan rindu padamu..?.. Saat tak ada lagi detik yang kau lewatkan untuk mengingatku .... Saat tak ada lagi sisa diriku yang terpatri dalam hidupmu... Cabikan kenangan tentangku telah terburai .... Bahkan hanya sekedar namaku pun mungkin tak ingin kau ingat lagi...

Hanya hening yang kau tawarkan padaku.... Tanpa imbalan apapun... Kau lontarkan hening ketika kupersembahkan rinduku... Hening yang terus meraja... Hening yang lahir dari benci... Rinduku terbentur hening..... Tapi aku masih tetap merindumu.... Kurengkuh hening ketika kumerindumu.

Sudahlah.... Walau aku berteriak sekuat tenaga kau tak akan mendengarku... Kau lebih memilih hening untuk menggantikan jerit hatiku... Hening yang menulikan... Hening yang hanya mencumbui cakap rindu kebisuanmu... Semoga kau baik-baik saja di seberang hening yang memisahkan kita.....

Cinta bodoh~

Hari itu hujan sangatlah deras, Rizal hanya terdiam di balik jendelanya menatap rintik hujan yang kian sendu membasahi bumi,ia merindukan sesosok wanita yang pernah ia kenal di taman depan gang rumahnya, AURELIA begitu ia biasa memanggil nama sang gadis. aurelia mempuyai paras cantik dan selalu kemayu, anggun dan tak pernah berkata dengan nada kasar sedikitpun.

Rizal sangat merindukan sosok aurelia yang kini entah berantah keberadaanya, ' apa kabar aurelia? ku menantimu disini tak seperti yang kau tau" begitulah keluhan dalam hatinya,sebenarnya rizal sudah mengetahui sejak awal bahwa harapanya untuk mendapatkan aurelia hanya sebatas angan saja, karna aurelia telah bertunangan dengan seorang pria yang sudah lebih dulu dia kenal..

2 minggu setelah lamunannya rizal mendapat kabar yang kian membuatnya semakin jatuh dan merasakan sakit yang tak pernah ia harapkan sebelumnya, ia.. itu adalah sebuah undangan pernikahan aurelia..
air matapun tertumpah tanpa rizal sadari, ia pun mengerti bahwa ia benar-benar tak bisa lagi menaruh harapan besar kepada sosok aurelia

sekilas kuterbayang paras wajahmu, tak hentiku berpaling darimu aurelia, sambil menatap indahnya langit malam itu rizal bercengkrama dengan hatinya, berusaha melepaskan semua ingatan tentang aurelia, kini ia hanya memikirkan satu hal "apakah aku harus hadir ke pernikahan ini? apakah aku kuat? tapi aku tak ingin aurelia bersedih di hari bahagianya, iya pasti sangat mengharapkan keberadaanku, kalo tidak mengapa ia mngundangku? "

Hari yang tak diharapkan pun tiba, pagi itu rizal terbangun dari tidurnmya, ia seperti kehilangan arah dan pikiran, iya masih takut untuk datang ke pernikahan aurelia, karena ia tau ia tidak akan kuat menahan rasa sakit saat melihat aurelia di bangku pelaminanya, namun ia juga takut aurelia tidak mau mengenalnya jika ia tidak hadir, siapa yang tau pemikiran manusia? Akhirnya dengan langkah berat rizal mengganti pakaiannya, ia mulai menuju acara ernikahan aurelia,

Setibanya di sana rizal merasa kaget karna tidak sedikitpun iya melihat terpancar kebahagian di wajah aurelia, dengan sedikit rasa penasaran ia pun bertanya kepada sahabat dekat aurelia
Rizal   : Din. kenapa aurelia tidak terlihat bahagia? apa ini hanya perasaanku saja ?
Dinda : iya zal, sebenarnya ia mengharapkan kau yang ada disana, karena ia hanya di jodohkan semenjak llus dari kuliahnya..
Rizal   : ha? apa kau serius?
Dinda : buat apa aku berbohong zal?
  Rizalpun pergi meninggalkan dinda, untuk menghamipir aurelia, rizal memberanikan diri untuk mengucapkan selamat kepada aurelia, tanpa di sangka aurelia meneteskan beberapa butiran air dari matanya, rizal berbisik " ini adalah permintaan orang tuamu rel, terimalah dengan lapang dada, kelak kau akan merasakan kebahagian bersamanya, aku akan berusaha ikhlas" aurelia pun terdiam sambil menahan air matanya kembali tertumpah membasahi wajah cantiknya..

Rizal memutuskan untuk pulang, selama perjalanan ia mengendarai sepeda motornya dengan banyak melamun saja, HEI MINGGIR!!! terdengar teriakan orang-orang di pinggir jalan, rizal hanya diam karna ia tidak tau siapa yang mereka suruh minggir dan BRUKK!!! rizal yang tak menyadari sedang berada di jalur kereta api pun di hantam oleh kerta listrik bertenaga kuda itu, nyawanya tak lagi terselamatkan...

Aurelia mendapatkan kabar yang sangat menyedihkan itu dan segera pergi ke rumah sakit untuk melihat tubuh rizal yang telah terbujur kaku tanpa mempedulikan acara pernikahanya, Rizalllll!!! mengapa kamu pergi!! sambil menangis kencang  dinda terus meratapi kepergian rizal, " aku sangat mencintaimu, aku tak mau mengikuti kata orang tuaku zal, kini kau telah tiada, cinta kitapun akan hilang" teriak dinda di depan tubuh rizal, tak lama kemudian dinda mengambil gelas di dalam ruangan pasien rumah sakit, ia hempaskan gelas itu ke lantai hingga terpeah dan menjadi beberapa belahan yang tajam, tanpa fikir panjang ia memotong bagian urat nadinya dan menggenggam tangan rizal " jika cinta kita tidak bisa bersatu di dunia penuh kesadaran ini, mungkin kita akan bersatu di dunia lain yang tak akan ada lagi bisa mengganggu kita" kini merekapun pergi selamanya bersama cinta bodoh yang aurel kira ini adalah jalan yaang terbaik untuk cinta mereka~

Cinta memang terkadang membuat manusia lupa akan guna otak, namun Cinta tak seharusnya saling menjerumuskan kita pada kematian~ JANGAN PERNAH CINTA JIKA TIDAK BISA MENGGUNAKAN AKAL SEHATMU DI DUNIA-ciyeee pesan moral ciyeeee

Rabu, 26 November 2014

Tak Seharusnya

Ombaak pantai sore itu terlihat seakan menari mempermainkan dunia ini, seperti menikmati segala yang terjadi dalam bumi ini, namun tidak denganmu, kau hanya mementingkan ego yang tak pernah bisa kau kendalikan, kau yang merasa tak pernah menyakitinya dalam hal apapun itu..

Dalam masalah hati kau takkan menyadari kejahatanmu dengan begitu saja, karna hati sering kali menipu, karna hati seringkali ingin menang sendiri, seharusnya tak perlu ada air mata perpisahan , kau yang berkata mencintai dengan seenaknya saja melangkahkan kaki untuk pergi, cobalah fikirkan hatinya, cobalah fikirkan bagai mana hancurnya perasaanya,

Tak seharusnya terjadi pertngkaran hebat ini, hanya karna perbedaan pendapat, karna cinta bukanlah ajang untuk mencari yang lebih kuat, tak pernah kah kau merasakan lelah? membuat hatinya selalu salah, apakah harus air mata jatuh tertumpah? hanya untuk meredam semua amarah...

Ingatlah sayang dia yang dulu selalu kau puja di depan mereka, dia yang kau tinggikan melebihi langit  yang terbentang bebas di bumi, namun mengapa kini semua berubah? Ego terkadang sangatlah kejam, ego terkadang sangatlah tak pernah tau diri,

Apa kau ingat? kau pernah berkata di depan mereka, bahwa dia adalah segalanya, bahwa dia tak ada duanya? apa kau ingat itu? kini  hanya Ego yang tersisa, meski kau bohongi perasaanmu itu namun tak ada yang bisa mengingkari bahwa hatimu masih mengharap dia untuk kembali

INGATLAH TAK SELAMANYA ORANG YANG KAU CINTA AKAN SELALU SEPERTI YANG KAU INGINKAN, HARGAILAH PASANGANMU DAN CINTAILAH DIA SEJUJURNYA~cieeeee pesan moral gagal ciyeee

~,~

Kau bagai sebatang mawar yang tumbuh di taman, aku hanya bisa melihat indah mu dan merasakan tajam durimu, yang takkan mungkin pernah ku miliki~


Tempat ini

Aku masih suka datang ke tempat ini, aku masih suka menghirup udara disini, memandangi angitnya hingga malam hari, tempat ini akan selalu menjadi hal yang akan selalu terkenang dalam ingatan, tempat ini yang akan selalu membawaku kembali ke masa lalu indah yang tak mungkin lagi ku dapatkan..

Di tempat ini kita saling berbagi canda tawa juga suka duka, meski kita tak lagi bersama, langit memang tak selalu sama dengan langit kemarin, atapi selalu ada kenangan di langit yang lalu sebelum terlihatnya langit sore ini. begitu juga ingatan tentangmu yang kukumpulkan untuk ku kenang kembali di tempat ini.

Meski terkadang rindu datang di saat yang tidak tepat, meski rindu tak bisa ku elakan, dengan kodisi saat ini hanya tempat ini yang dapat melepaskan segenap rasa rindu yang menghampiri fikiranku,tempat ini tak sama denganmu tak sama dengan langit indah yang pernah kita pandangi,

Karna tempat ini akan selalu seperti ini, akan selalu mengembalikan ingatan ku tentang kenangan bersamamu, tempat ini akan selalu begini, akan selalu menyimpan dan menceritakan tentangmu, takkan lelah takkan puas meski terkadang memilukan bagian dada kiriku ini namun tetap kunikmati, ini lah tempat terindah yang pernah ku datangi bersamamu, ini lah tempat tersimpannya semua memori tentangmu~

Selasa, 25 November 2014

Kelak senja itu berubah jadi malam yang indah~

Aku hanyalah senja yang indah sementara, mungkin itu hal yang kau rasakan selama kita dekat berdua, tak perlu di pungkiri aku hanya sebatas pelarianmu saat kau rasakan gundah olehnya kekasihmu, kau tak pernah tau aku mencintaimu lebih dari yang kau tau, lebih dari yang kau mampu, dengan semua rasa yang aku milikipun aku relakan kau bahagia dengannya meski harusnya aku yang ada disana menerbitkan matahari di kala kau bangun pagi, membangunkan bulan saat kau termenung sendiri.

Aku memang buklan siapa-siapa di matamu, aku memang belum menjadi apa-apa di pandanganmu, tapi percayalah jika suatu saat nanti aku akan jauh melebihi dia yang kau dambakan selama ini, kini hanya inta rindu dan kasih sayang yang dapat ku tberi, tak seperti dia yang selalu bisa memberikan apapun yang kau pinta, tapi percayalah, suatu saat kau akan tau apa itu cinta? dan siapa yang benar-benar mencintaimu dalam keadaan seperti apapun..

Ku akui aku dengannya bagaikan gumpalan tanah dan pegunungan, namun bukan tak mungkin aku akan menjadi langit yang akan selalu mengindahkan harimu, aku akan menjadi udara yang selalu mampu mnyejukanmu saat kau merasakan sakit dari dia yang kau cinta, ini bukanlah obat resep dari dokter, ini adalah hadiah Tuhan untukmu, jangan kau pikir Tuhan itu kejam ketika kau rasakan sakit, karna ada sepercik bahagia yang akan menjadikanmu wanita yang merasa paling bahagia memilikinya

Aku percaya kelak kita akan membangun istana cinta kita sendiri, meski kini hanya aku yang berusaha membangunya hanya untuk kau singgahi sejenak, kelak kau juga akan tau itulah rumahmu itulah tempat kau berkeluh kesah dalam segala hal, langit sering menangis saat ku curahkan semua tentangmu, kini aku hanya ingin kau menjalani semua ceritamu sampai kau lelah, aku hanya tak ingin menjadi rintang yang ada dalam perjalananmu, nikmatilah sayang selama kau merasakannya nikmatilah selagi kau bahagia...

Embun yang bergantung di daun saat gerimis membasahi bumi akan menjadi saksi tentang cinta ini, meski tak pasti kau akan menghiasi hari ini aku akan selalu menanti, terjadi ataupun tidak semua itu hanya kuasa-NYA yang terpenting aku akan selalu berusaha untuk selalu menjaga rasa ini, walau hanya akan mimpi yang takkan terpenuhi..

kelak senja itu akan berganti malam yang indah penuh bintang indah dengan bulan penuh, aroma malam yang penuh cinta, suasana yang takkan terlupa dalam benak kita~

Surat Kecil Untuk Tuhan

                                                                                                          Surat Kecil Dunia teruntuk Surga
                                                                                                        Dari Orang yang selalu Mencintaimu

Dulu kita di kelilingi orang-orang yang menyayangi kita, dengan harapan yang kita tempuh semua ini akan berlangsung selamanya, tapi apakah daya? Tuhan berkehendak lain pada kita, perlahan ia suruh malaikatnya menjemput kebahagian kita satu persatu, namun disana bukanlah akhir segalanya, kita harus bisa belajar menikmati meski pahit terasa...

Aku sudah bagai sebagatang mawar yang tak pernah lagi di cembu oleh air, perlahan kelopakku kaku dan layu, semenjak kepergian IBU dunia ku bagai malam tanpa bintang, bagai malam tanpa indah cahaya sang rembulan, dunia ini seakan terasa berhenti di situ saja..

Namun sekian bulan dan tahun terlewati, perlahan aku mulai menyadari tak ada gunanya meratapi ia yang telah bahagia disisi-NYA disisi maha penicipta alam semesta dan seisinya, namun masih ada serpihan sesal yang terus menghampiri hampir setiap malam ini, sosoknya memang telah tiada lagi di dunia ini, tapi tidak dengan cinta dan kasih sayangnya yang terus melekat dalam jiwa dan otak kecil ini...

Bukan hal yang sulit menjatuhkan air mata mengingatnya, apalagi saat kudengar lagu bunda, lirinya yang indah yang membuat ku bernostalgia dengan masa kecilku, masa dimana paling bahagia dalam pelukan sang IBU, kini sudah jalan 4 tahun kepergian nya ke pada tuanya, kepada sang raja yang mencintai umat-umatnya,

Hari ini dimana aku melamunkan bayangnya, yah tepat di rumah nenekku, tempat dimana aku tau benar posisi dan tempat yang selalu di posisikan IBUku, seakan nyata kulihat senyumnya, seakan benar dia masih disana, masih jelas aroma tubuhnya yang tak akan pernah kulupkan sampai hela nafas terakhir ini,

IBU selalu tentang mu yang ada di duniaku, selalu tentang caramu membesarkanku, selalu tentangmu yang mengajarkan arti sebuah keikhlasan padaku, ku akui tak akan pernah ada lagi wanita sepertimu yang akan aku temui di dunia ini, specialnya sosokmu yang bisa menggantikan semua orang, namun tak ada satu orang pun yang bisa menggantikan sosok mu IBU

Ini hanya secercah cerita ku tentangmu, hanya coretan dalam sebuah lembar kertas, hanya tinta yang menghiasi sang putih, namun percayalah satu IBU, aku akan selalu mendoakanmu dan selalu merindukanmu, meski 4 tahun berlalu namun tak pernah kuluput dari tempat peristirahatanmu, sebulan 3 kali selalu ku hampiri, selalu kukirimkan 22 AL-FATIHA buatmu, semoga hadiah kecil dariku mampu meninggikan posisimu dari yang lainya, semoga kelak kita di pertemukan kembali meski dalam dunia dan cerita yang berbeda, sekian curahatan hatiku tentangmu IBU, salam hangat anakmu yang selalu kau tunggu pulangnya saat tak dirumah, anakmu yang sering tak mematuhi perintahmu namun tak pernah kau sudutkan,semoga sebercak surat kecil ini sampai kepadamu,  iloveyou:)

Minggu, 23 November 2014

barangkali ini yang disebut perpisahan

Hari minggu, hari dimana semua orang menikmati liburannya, begitupun dengan Ryan, seorang cowok yang gak pernah alpa untuk jalan-jalan dihari minggu, baginya malam minggu dan hari minggu itu adalah hari yang special, tak peduli dia punya pacar atau gak, hari itu tetap menjadi hari yang special baginya. Ryan yang suka sekali jalan-jalan, hari itu dia pergi ke pantai untuk refreshing. Ryan yang biasanya pergi bersama teman-temannya ke pantai, entah kenapa hari itu dia pergi sendirian dengan penampilan yang rapi banget,
“Mau pergi kemana lu yan, rapi amet” kata Rudi teman sepergaulannya
“Biasalah, ini kan hari minggu, masa gue dirumah, gak jaman man”
“emang lu mau kemana siang-siang begini, dengan pakaian rapi lagi”
“kan gue udah bilang, gue mau jalan-jalan ke pantai, yah cuci mata gitu, sambil menikmati keindahan pantai, mau gak lu?”
“ogah ah, males gue”
Karena temannya gak mau ikut Ryan pergi ke pantai sendirian, sambil menikmati indahnya pantai Ryan duduk di pinggir pantai ditemani sebotol minuman dan musik, dengan penampilan yang benar-benar keren, Ryan duduk sambil melirik cewek-cewek, gak peduli sudah ada yang punya di embat juga. Sakin asyknya memandangi pantai yang indah, tiba-tiba dia melihat seorang cewek yang sedang mandi di pantai, Ryan terdiam sejenak,
“wow, cantik banget tuh cewe” ucap Ryan melihat cewek di pantai yang memikat hatinya, Ryanpun terus memandangi cewek tersebut, karena terus dipandangi cewek itu kembali memandangi Ryan, Ryan pun jadi salah tingkah, dan cewek itu melanjutkan mandinya. Karena cewek itu telah memikat hatinya Ryan berniat untuk mengganggunya, Ryan terus memantau cewek tersebut sampai ia selesai mandi. Karena Ryan yang agak pemalu, dia begitu gugup untuk mendekati cewek itu, ryan mengambil nafas panjang-panjang untuk menenangkan dirinya, dan diapun pergi mendekati cewek tersebut.
“Ehm, maaf mengganggu mbak”
“oh, iya gak apa-apa, ada apa ya”
“kebetulan tadi mbak menarik perhatian saya, by the way, boleh kenalan gak?”
“oh boleh, saya Irma”
“saya Ryan, kita kan udah kenalan nih, tapi kayaknya gak bakalan asyk deh kalau gak dilanjutin”
“maksudnya?”
“kebetulan handphone saya lagi ngambek ni mbak, dia error gitu, katanya dia gak bakalan berfungsi kalau gak tertulis nomor dan namanya mbak dikontaknya”
“hehe, bisa aja kamu”
Akhirnya Ryanpun mendapatkan nomor handphone irma, dengan penuh kegembiraan Ryan pulang, dia tak menyangka hari itu adalah hari terbaiknya dimana dia begitu berani dan keberaniannyapun tak sia-sia.
Malam harinya Ryan menghubungi Irma, Ryan yang begitu romantis dan mempunyai banyak stock kata-kata gombal yang sudah hampir punah karena gak pernah dipakai, malam itu Ryan mengeluarkan semua rayuannya, jelas saja Irma terkesima mendengar rayuan-rayuan dari Ryan, walaupun agak terlalu, tapi Irma senang mendengarnya karena jarang sekali ada yang merayunya dengan kata-kata seperti itu.
Seiring waktu berlalu membuat hubungan Ryan dan Irma semakin dekat. Ryan mengajak Irma untuk berkencan, Ryan mengajak Irma pergi ke pantai dimana pertama kali mereka bertemu.
“Irma, kamu tau gak kenapa aku membawa kamu ke tempat ini?”
“gak tau, emang kenapa?”
“Karena tempat ini udah mempertemukan aku sama kamu”
“Mulai dah gombalnya”
“hehe, kali ini aku serius kok, tempat ini sudah mempertemukan kita, dan aku ingin tempat ini juga bisa menyatukan kita”
“maksud kamu?”
“aku ingin tempat ini, bintang-bintang disini, dan semua yang melihat kita saat ini menjadi saksi kalau aku sayang sama kamu, dan aku ingin jadi pacar kamu”
“kamu serius yan? Kita kan baru kenal”
“aku gak tau tentang seberapa lama perkenalan kita, aku cuma tau kalau perkenalan itu membuatku sayang sama kamu”
“kalau begitu ok dah, aku juga mau jadi pacar kamu”
Di malam itu Ryan dan Irma akhirnya berpacaran, begitu bahagianya Ryan bisa mendapatkan orang yang dia sayang.
Sebulan sudah mereka berpacaran. Layaknya kehidupan, masalah datang menghampiri hubungan mereka, Irma jadi jarang membalas sms dari Ryan dan terkadang menolak ajakan Ryan untuk berkencan, Ryan jadi jarang sekali bertemu dan mendapat kabar dari Irma. Karena Ryan seorang cowok yang sering sekali merasakan sakitnya cinta dan kehidupan, dia telah terbiasa dengan itu semua. Ryan tau kalau Irma sudah merasa jenuh dengan hubungan itu,
“Aku tau kok kamu sekarang sudah merasa jenuh dengan aku, tapi it’s okay, aku gak maksa kamu untuk tetap bertahan sama aku, tenang aja! Aku sudah terbiasa kok dengan hal itu, aku gak tau sampai kapan aku terus seperti ini, tapi aku tau suatu saat kisah cintaku yang pahit selama ini akan berakhir. Mulai sekarang kamu boleh menentukan pilihan kamu sendiri, dan semoga kamu bahagia dengan pilihan kamu itu, good bye”
Ryan dan Irma akhirnya putus, walaupun Ryan tak menginginkan hal itu, tapi dia tidak memaksakan untuk terus bersama. Dari sekian banyak kenyataan pahit yang hadir pada kisah cinta Ryan, ada satu pelajaran yang dapat Ryan petik,
“ Cinta bagaikan kehidupan, punya awal dan punya akhir. Entah akhirnya akan bahagia atau tidak, yang jelas semua perpisahan pasti mempunyai arti tersendiri. Seandainya kita dapat memetik satu pelajaran, cinta itu bukan di ukur dari dalamnya persaan cinta tapi bagaimana cara kita menyikapinya. Mungkin kisah cintaku selalu berakhir dengan kesedihan, tapi dengan kesedihan itu aku bisa bangkit dan menjadi lebih baik. Cinta memang sering menyakitiku, tapi aku juga bisa mendapat kebahagiaan dari cinta. Satu hal yang aku selalu terapkan, kalau aku hubunganku berakhir, berarti ada seseorang yang lebih baik yang akan mendampingiku kelak. Aku gak tau kapan itu akan datang, tapi itu pasti akan datang, semakin banyak kesakitan yang kurasakan, semakin banyak pelajaran yang aku dapatkan untuk membina hubungan yang lebih baik. Itulah yang membuat aku tetap bertahan sampai sekarang dan tetap menikmati indahnya cinta. Karena cinta itu indah”.

Kamis, 20 November 2014

Dalam Diamku~

Kalla senja menyinari seluruh sanubari. hati terasa sejuk bagai merpati yang terbang tinggi..
Aku memang bukan seorang pujangga yang bisa merangkai berbagai kata yang tertuju untukmu,Aku memang bukan seorang penyair yang bisa melantukan nada indah di hatimu, Tapi cukup kau tau aku selalu menjadikan kau nomer 1 di dalam kamus cinta ku..

harapan yang kian mengumpul di kepalaku yang ingin semua menjadi cerah dan penuh warna, tapi apa daya? awan itu kian menghitam dengan tangisan yang semakin deras, Gambaran hatiku saat itu sangat lah tak bisa di jelaskan, saat aku melihat kau bercandaria dengannya, berpeluk mesra dengan dia,Dia memang sahabat bagiku ku percayakan dia untuk menggantikan ku saat kau butuh, tapi aku salah.Dengan semua yang telah terjadi perlahan kau dan dia mulai menumbuhkan bibit cinta yang sebelumnya tak pernah aku fikirkan..

Aku tak bahagia melihat kau berbahagia denganya, aku luka saat melihat kau bahagia denganya, tapi roda telah berputar roda telah memisahkan aku dan kau begitu kejam,Ingin rasanya aku mencoba untuk kembali meraihmu, kembali memutar lagu lama yang biasa kita dendangkan, kembali bercanda dengan bahagia,Aku tau kini semua harapan itu hanya percuma, aku yang selalu memperhatikanmu di baliknya, aku yang selalu menjadi orang yang tak pernah kau tau, aku yang selalu berusaha ada meski kau tak menyadarinya

Kini aku harus berjalan tanpamu yang telah merasakan indah tanpa diriku, meski harus kisah cinta ini terakhiri, aku akan tetap memilih jalan yang terbaik untukmu, harapan selalu kau temukan yang jauh lebih baik dariku, yang sesuai dengan semua harapanmu.Kau dan Sahabatku kini telah menjadi yang seharusnya, jangan hiraukan aku meski aku selalu mencintaimu dalam diamku~

Rabu, 19 November 2014

IBU ~

Terangnya cahaya bulan malam itu tak henti membuatku mengingat segala hal tentang dirimu, terkenang semua kasih sayang yang kau berikan sejak aku di takdirkan menganggu aktivitasmu...

Hatiku seketika gerimis ketika kepalaku penuh dengan memori itu,dimana kasihmu selalu kurasakan hangat penuh bahagia dan canda..

IBU kini hanya fotomu yang dapat kuraba, hanya kenangan yang berlari-lari memutari kepala ini, senyum mu pun hanya dapat ku gambarkan dalam secercah ingatan, senyummu kini telah abadi disana disisi-NYA

Meski terkadang hatiku pilu tiada tara memerima kenyataan kau sudah disisi-NYA, dimana aku masih sering merasakan nostalgia dengan masa lalu, saat melihat seorang ibu yang dengan tenang penuh kasih sayang dan kelembutan saat mendiamkan anak nya yang menangis..

IBU andai semua berbeda, andai kau masih disini... Tapi inilah kenyataan kadang kita berfikir dunia ini tidak adil dunia ini tak pernah peduli.. tapi kita salah, ini sudah suratan kehidupan dan realita yang harus kita jalani..

Meski ibadahku belum sempurna, namun selalu terbit doa-doa untukmu, meski penuh air mata kerinduan aku tetap berusaha tegar...

Meski hanya angan yang tersisa,hanya mimpi yang tak akan pernah jadi nyata, aku selalu berharap kita bertemu kembali.. agar semua keluhku dapat ku tuangkan padamu kembali,

Aku Rindu Kamu Ibu~

KITA ATAU AKU SAJA

Kita selalu berharap orang yang kita sayangi memiliki perasaan yang sama dengan yang kita rasakan,Namun terkadang Dunia ini kejam, Awalnya kita di pertemukan dan di dekatkan dengan rasa sayang yang belum pernah kita rasakan sebelumnya, ya KITA, atau KITA ini hanya aku yang merasakan? atau hanya aku yang mengharapkan?

Kata mereka aku dan kau itu seperti Gerimis yang di hiasi Pelangi, seperti embun yang jatuh di dedaunan.. tapi mereka salah! disini hanya aku yang berusaha membuat semuanya indah, berusaha membuat semuanya lebih bermakna. sementara kau? kau hanya menjadikan aku sebagai sebuah pelarian , dimana di saat kau sedih aku selalu ada untukmu tapi tak sebaliknya..

Bodohnya aku.. yang sudah jelas tak di anggap namun masih mengharapkan hal tabu, apa ini CINTA? harusnya CINTA itu tidak menyakitkan, harusnya CINTA itu saling berbagi dalam suka maupun duka, Cinta memang tidak selalu soal INDAH dan BAHAGIA, tapi antara kita hanya ada luka, bagiku kau seperti Mawar yang tertanam indah di taman, dimana aku hanya bisa melihat indahmu dan merasakan tajam durimu.

Tak seharusnya begini tak seharusnya kau hancurkan aku sepedih ini. jika dari awal kau hanya inginkan pertemanan, mengapa kau tanamkan bibit cinta yang kian tumbuh menyebrangi mimpi? sekarang kita tanpa kabar, tak ada lagi merpati yang mengantarkan bahagia. aku selalu merindukan hangatmu,senyummu,semua tentang kamu...

Aku sadar aku bukanlah apa-apa di antara pria-pria yang pernah mendekatimu, aku sadar aku bukanlah pria yang bisa memberi semua yang pinta, tapi percayalah satu hal : segalanya aku usahakan demi kebahagianmu

Mungkin itu dulu, dulu saat kita masih saling bersama , kini kita seperti tidak pernah kenal, kau tak pernah memberikan sepercik kabar, kau tak pernah memberikan seberkah senyuman. aku hanya berharap semua tentang kita tak pernah sirna. semua tentang kita kembali seperti sedia kala, CINTA ini? mungkin hanya jadi cerita ku di senja nanti~