Kamis, 27 November 2014

Cinta bodoh~

Hari itu hujan sangatlah deras, Rizal hanya terdiam di balik jendelanya menatap rintik hujan yang kian sendu membasahi bumi,ia merindukan sesosok wanita yang pernah ia kenal di taman depan gang rumahnya, AURELIA begitu ia biasa memanggil nama sang gadis. aurelia mempuyai paras cantik dan selalu kemayu, anggun dan tak pernah berkata dengan nada kasar sedikitpun.

Rizal sangat merindukan sosok aurelia yang kini entah berantah keberadaanya, ' apa kabar aurelia? ku menantimu disini tak seperti yang kau tau" begitulah keluhan dalam hatinya,sebenarnya rizal sudah mengetahui sejak awal bahwa harapanya untuk mendapatkan aurelia hanya sebatas angan saja, karna aurelia telah bertunangan dengan seorang pria yang sudah lebih dulu dia kenal..

2 minggu setelah lamunannya rizal mendapat kabar yang kian membuatnya semakin jatuh dan merasakan sakit yang tak pernah ia harapkan sebelumnya, ia.. itu adalah sebuah undangan pernikahan aurelia..
air matapun tertumpah tanpa rizal sadari, ia pun mengerti bahwa ia benar-benar tak bisa lagi menaruh harapan besar kepada sosok aurelia

sekilas kuterbayang paras wajahmu, tak hentiku berpaling darimu aurelia, sambil menatap indahnya langit malam itu rizal bercengkrama dengan hatinya, berusaha melepaskan semua ingatan tentang aurelia, kini ia hanya memikirkan satu hal "apakah aku harus hadir ke pernikahan ini? apakah aku kuat? tapi aku tak ingin aurelia bersedih di hari bahagianya, iya pasti sangat mengharapkan keberadaanku, kalo tidak mengapa ia mngundangku? "

Hari yang tak diharapkan pun tiba, pagi itu rizal terbangun dari tidurnmya, ia seperti kehilangan arah dan pikiran, iya masih takut untuk datang ke pernikahan aurelia, karena ia tau ia tidak akan kuat menahan rasa sakit saat melihat aurelia di bangku pelaminanya, namun ia juga takut aurelia tidak mau mengenalnya jika ia tidak hadir, siapa yang tau pemikiran manusia? Akhirnya dengan langkah berat rizal mengganti pakaiannya, ia mulai menuju acara ernikahan aurelia,

Setibanya di sana rizal merasa kaget karna tidak sedikitpun iya melihat terpancar kebahagian di wajah aurelia, dengan sedikit rasa penasaran ia pun bertanya kepada sahabat dekat aurelia
Rizal   : Din. kenapa aurelia tidak terlihat bahagia? apa ini hanya perasaanku saja ?
Dinda : iya zal, sebenarnya ia mengharapkan kau yang ada disana, karena ia hanya di jodohkan semenjak llus dari kuliahnya..
Rizal   : ha? apa kau serius?
Dinda : buat apa aku berbohong zal?
  Rizalpun pergi meninggalkan dinda, untuk menghamipir aurelia, rizal memberanikan diri untuk mengucapkan selamat kepada aurelia, tanpa di sangka aurelia meneteskan beberapa butiran air dari matanya, rizal berbisik " ini adalah permintaan orang tuamu rel, terimalah dengan lapang dada, kelak kau akan merasakan kebahagian bersamanya, aku akan berusaha ikhlas" aurelia pun terdiam sambil menahan air matanya kembali tertumpah membasahi wajah cantiknya..

Rizal memutuskan untuk pulang, selama perjalanan ia mengendarai sepeda motornya dengan banyak melamun saja, HEI MINGGIR!!! terdengar teriakan orang-orang di pinggir jalan, rizal hanya diam karna ia tidak tau siapa yang mereka suruh minggir dan BRUKK!!! rizal yang tak menyadari sedang berada di jalur kereta api pun di hantam oleh kerta listrik bertenaga kuda itu, nyawanya tak lagi terselamatkan...

Aurelia mendapatkan kabar yang sangat menyedihkan itu dan segera pergi ke rumah sakit untuk melihat tubuh rizal yang telah terbujur kaku tanpa mempedulikan acara pernikahanya, Rizalllll!!! mengapa kamu pergi!! sambil menangis kencang  dinda terus meratapi kepergian rizal, " aku sangat mencintaimu, aku tak mau mengikuti kata orang tuaku zal, kini kau telah tiada, cinta kitapun akan hilang" teriak dinda di depan tubuh rizal, tak lama kemudian dinda mengambil gelas di dalam ruangan pasien rumah sakit, ia hempaskan gelas itu ke lantai hingga terpeah dan menjadi beberapa belahan yang tajam, tanpa fikir panjang ia memotong bagian urat nadinya dan menggenggam tangan rizal " jika cinta kita tidak bisa bersatu di dunia penuh kesadaran ini, mungkin kita akan bersatu di dunia lain yang tak akan ada lagi bisa mengganggu kita" kini merekapun pergi selamanya bersama cinta bodoh yang aurel kira ini adalah jalan yaang terbaik untuk cinta mereka~

Cinta memang terkadang membuat manusia lupa akan guna otak, namun Cinta tak seharusnya saling menjerumuskan kita pada kematian~ JANGAN PERNAH CINTA JIKA TIDAK BISA MENGGUNAKAN AKAL SEHATMU DI DUNIA-ciyeee pesan moral ciyeeee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar