Surat Kecil Dunia teruntuk Surga
Dari Orang yang selalu Mencintaimu
Dulu kita di kelilingi orang-orang yang menyayangi kita, dengan harapan yang kita tempuh semua ini akan berlangsung selamanya, tapi apakah daya? Tuhan berkehendak lain pada kita, perlahan ia suruh malaikatnya menjemput kebahagian kita satu persatu, namun disana bukanlah akhir segalanya, kita harus bisa belajar menikmati meski pahit terasa...
Aku sudah bagai sebagatang mawar yang tak pernah lagi di cembu oleh air, perlahan kelopakku kaku dan layu, semenjak kepergian IBU dunia ku bagai malam tanpa bintang, bagai malam tanpa indah cahaya sang rembulan, dunia ini seakan terasa berhenti di situ saja..
Namun sekian bulan dan tahun terlewati, perlahan aku mulai menyadari tak ada gunanya meratapi ia yang telah bahagia disisi-NYA disisi maha penicipta alam semesta dan seisinya, namun masih ada serpihan sesal yang terus menghampiri hampir setiap malam ini, sosoknya memang telah tiada lagi di dunia ini, tapi tidak dengan cinta dan kasih sayangnya yang terus melekat dalam jiwa dan otak kecil ini...
Bukan hal yang sulit menjatuhkan air mata mengingatnya, apalagi saat kudengar lagu bunda, lirinya yang indah yang membuat ku bernostalgia dengan masa kecilku, masa dimana paling bahagia dalam pelukan sang IBU, kini sudah jalan 4 tahun kepergian nya ke pada tuanya, kepada sang raja yang mencintai umat-umatnya,
Hari ini dimana aku melamunkan bayangnya, yah tepat di rumah nenekku, tempat dimana aku tau benar posisi dan tempat yang selalu di posisikan IBUku, seakan nyata kulihat senyumnya, seakan benar dia masih disana, masih jelas aroma tubuhnya yang tak akan pernah kulupkan sampai hela nafas terakhir ini,
IBU selalu tentang mu yang ada di duniaku, selalu tentang caramu membesarkanku, selalu tentangmu yang mengajarkan arti sebuah keikhlasan padaku, ku akui tak akan pernah ada lagi wanita sepertimu yang akan aku temui di dunia ini, specialnya sosokmu yang bisa menggantikan semua orang, namun tak ada satu orang pun yang bisa menggantikan sosok mu IBU
Ini hanya secercah cerita ku tentangmu, hanya coretan dalam sebuah lembar kertas, hanya tinta yang menghiasi sang putih, namun percayalah satu IBU, aku akan selalu mendoakanmu dan selalu merindukanmu, meski 4 tahun berlalu namun tak pernah kuluput dari tempat peristirahatanmu, sebulan 3 kali selalu ku hampiri, selalu kukirimkan 22 AL-FATIHA buatmu, semoga hadiah kecil dariku mampu meninggikan posisimu dari yang lainya, semoga kelak kita di pertemukan kembali meski dalam dunia dan cerita yang berbeda, sekian curahatan hatiku tentangmu IBU, salam hangat anakmu yang selalu kau tunggu pulangnya saat tak dirumah, anakmu yang sering tak mematuhi perintahmu namun tak pernah kau sudutkan,semoga sebercak surat kecil ini sampai kepadamu, iloveyou:)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar