Rabu, 10 Oktober 2018

Teruntuk Kamu

Pagi ini aku termenung dengan secangkir kopi kesukaan ku.
Ada hal yang selalu jadi lamunan ku sejak kau tinggalkan aku..
Aku tahu Tuhan itu sayang padamu, Tuhan tak ingin kau merasakan sakit lagi di dunia sebab itu iya bawa sang malaikat menjemputmu ke taman surganya...

Awalnya berat bagi hidupku untuk merelakan se utuhnya, bersebab hidupku selalu mengadu kepadamu. Tangisku selalu reda karenamu, hal yang ku minta selalu kau iyakan :')
Hingga aku sadar bahwa Tuhan juga mengajarkanku serta memberiku pemahaman tentang sebuah ke Ikhlasan. Sebab hanya itu yang mampu buat senyum mu mekar bak bunga melati yang indah disana.

IBU mungkin di antara 1000 manusia di bumi ini hanya 10 orang yang akan selalu datang tiap bulan menghampiri peristirahatan terkahir manusia lainya, percayalah anakmu ini adalah salah satunya, tempatku melepaskan penat hidup dan bercerita, tempat ku datang dengan doa dan pulang dengan doa.

Aku ikhlas, aku selalu berusaha merubah diri jadi lebih baik agar bahagia kau melihatku dari sana...

Namun...
Pemikiran buruk pernah datang secara tiba -tiba , apakah Tuhan tidak sayang denganku? Kenapa iya tak menjemputku lebih dulu? Sebab kematian bukanlah soal usia. Hinga akhirnya aku faham masih banyak amal ku yang belum lurus,masih banyak dosa dosa yang tak luput dari hidupku.

Kini hanya kenangan; hanya ingatan untuk kembali mengenang senyumu dan canda tawamu, yang aku senangi saat kau datang menjadi bunga tidurku. Membuat ku terjaga dengan penuh bahagia yang tak lagi muat di seluruh bagian dada.

Teruslah bahagia disana IBU, bimbing aku dari pelukan-NYA, hanya soal waktu kita berjumpa dan menikmati kopi bersama di taman indah bernama SURGA

Nb :
Hargai apa yang kalian miliki saat ini, siapapun itu sebab kejutan Tuhan selalu datang tiba-tiba~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar